Category: Ekobiz

  • Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba: 5,8 Juta Jiwa Selamat, Cegah Kerugian Rp 116 T

    Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba: 5,8 Juta Jiwa Selamat, Cegah Kerugian Rp 116 T

    Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba: 5,8 Juta Jiwa Selamat, Cegah Kerugian Rp 116 T

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertolak ke Aceh setelah memimpin rilis pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Di Aceh, Suyudi langsung mengecek laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang baru saja dibongkar aparat gabungan.
    Laboratorium tersembunyi yang berlokasi di Pidie, Aceh, tersebut sebelumnya digerebek oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dari operasi penindakan di dua toko yang disulap menjadi pabrik sabu tersebut, petugas berhasil mengamankan sekira 1 ton sabu cair methamphetamine.

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

    Sebagai informasi, sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan.

    Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.

    “Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Jenderal Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

    Suyudi merinci peran kedelapan awak kapal tersebut, antara lain nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, Chief Officer berinisial RS, JA selaku Kepala Kamar Mesin (Chief Engineer), dan IAE selaku Masinis 2 (Second Engineer).

    Selanjutnya, tersangka berinisial JMR berperan sebagai Oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan serta pembersihan mesin. Sementara RF, DPB, dan YCY (WNA) bertindak sebagai juru mudi (Able Seaman).

    Suyudi membeberkan upaya menggagalkan penyelundupan bermula dari deteksi intelijen terkait anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman.

    Merespons anomali itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri pada Senin (19/10) bersiap di Kuala Tanjung mengerahkan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 serta KP Murai 4018 untuk melakukan intersepsi.

    Kapal tersebut akhirnya berhasil dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, lalu dikawal menuju dermaga Pelabuhan Belawan. Saat digeledah, petugas mendapati muatan 58 karung berisi ketamin HCl seberat 1,16 ton, 1 unit kapal MT Global 168, serta 14 ponsel milik para tersangka.

    Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.

    “Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” pungkas Suyudi.

  • Kapolri Jenderal Suyudi Berhasil Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba: 5,8 Juta Jiwa Selamat, Cegah Kerugian Rp 116 T

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertolak ke Aceh setelah memimpin rilis pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Di Aceh, Suyudi langsung mengecek laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang baru saja dibongkar aparat gabungan.
    Laboratorium tersembunyi yang berlokasi di Pidie, Aceh, tersebut sebelumnya digerebek oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dari operasi penindakan di dua toko yang disulap menjadi pabrik sabu tersebut, petugas berhasil mengamankan sekira 1 ton sabu cair methamphetamine.

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

    Sebagai informasi, sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan.

    Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.

    “Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Jenderal Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

    Suyudi merinci peran kedelapan awak kapal tersebut, antara lain nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, Chief Officer berinisial RS, JA selaku Kepala Kamar Mesin (Chief Engineer), dan IAE selaku Masinis 2 (Second Engineer).

    Selanjutnya, tersangka berinisial JMR berperan sebagai Oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan serta pembersihan mesin. Sementara RF, DPB, dan YCY (WNA) bertindak sebagai juru mudi (Able Seaman).

    Suyudi membeberkan upaya menggagalkan penyelundupan bermula dari deteksi intelijen terkait anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman.

    Merespons anomali itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri pada Senin (19/10) bersiap di Kuala Tanjung mengerahkan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 serta KP Murai 4018 untuk melakukan intersepsi.

    Kapal tersebut akhirnya berhasil dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, lalu dikawal menuju dermaga Pelabuhan Belawan. Saat digeledah, petugas mendapati muatan 58 karung berisi ketamin HCl seberat 1,16 ton, 1 unit kapal MT Global 168, serta 14 ponsel milik para tersangka.

    Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.

    “Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” pungkas Suyudi.

  • Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba: 5,8 Juta Jiwa Selamat, Cegah Kerugian Rp 116 T

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertolak ke Aceh setelah memimpin rilis pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Di Aceh, Suyudi langsung mengecek laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang baru saja dibongkar aparat gabungan.
    Laboratorium tersembunyi yang berlokasi di Pidie, Aceh, tersebut sebelumnya digerebek oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dari operasi penindakan di dua toko yang disulap menjadi pabrik sabu tersebut, petugas berhasil mengamankan sekira 1 ton sabu cair methamphetamine.

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

    Sebagai informasi, sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan.

    Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.

    “Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Jenderal Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

    Suyudi merinci peran kedelapan awak kapal tersebut, antara lain nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, Chief Officer berinisial RS, JA selaku Kepala Kamar Mesin (Chief Engineer), dan IAE selaku Masinis 2 (Second Engineer).

    Selanjutnya, tersangka berinisial JMR berperan sebagai Oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan serta pembersihan mesin. Sementara RF, DPB, dan YCY (WNA) bertindak sebagai juru mudi (Able Seaman).

    Suyudi membeberkan upaya menggagalkan penyelundupan bermula dari deteksi intelijen terkait anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman.

    Merespons anomali itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri pada Senin (19/10) bersiap di Kuala Tanjung mengerahkan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 serta KP Murai 4018 untuk melakukan intersepsi.

    Kapal tersebut akhirnya berhasil dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, lalu dikawal menuju dermaga Pelabuhan Belawan. Saat digeledah, petugas mendapati muatan 58 karung berisi ketamin HCl seberat 1,16 ton, 1 unit kapal MT Global 168, serta 14 ponsel milik para tersangka.

    Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.

    “Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” pungkas Suyudi.

  • Kapolri Jenderal Suyudi Mendadak Diam, Suara Azan Hentikan Sambutan Narkoba

    Kapolri Mendadak Diam, Suara Azan Hentikan Sambutan Narkoba

    Sumber: Dokumentasi Istimewa 

    Momen tak terduga terjadi saat Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan sambutan dalam konferensi pers terkait kasus narkoba. Di tengah pidatonya, suara azan tiba-tiba terdengar berkumandang. Suyudi pun menghentikan sambutannya sejenak dan memberikan waktu hingga azan selesai sebelum kembali melanjutkan pidatonya.

    Peristiwa tersebut menghadirkan suasana berbeda di tengah agenda resmi kepolisian. Saat sambutan berlangsung, suara azan yang menandakan masuknya waktu salat terdengar di lokasi acara. Suyudi kemudian menghentikan penyampaiannya untuk sementara.

    Alih-alih langsung melanjutkan pidato, Kapolri memilih menunggu hingga azan selesai berkumandang. Setelah suara azan berakhir, ia kembali meneruskan sambutannya dan melanjutkan agenda konferensi pers.

    Momen singkat tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah kegiatan resmi yang membahas persoalan pemberantasan narkoba. Jeda yang dilakukan Suyudi memperlihatkan penghormatan terhadap suara azan sebagai panggilan ibadah bagi umat Islam.

    Dalam suasana konferensi pers yang umumnya berlangsung formal, penghentian sambutan tersebut menjadi bagian yang menarik perhatian. Agenda yang semula berfokus pada penyampaian informasi mengenai persoalan narkotika sejenak terhenti ketika azan terdengar.

    Azan sendiri merupakan panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan salat. Ketika suara tersebut berkumandang, sebagian masyarakat menjadikannya penanda untuk bersiap menjalankan ibadah sesuai waktu yang telah ditentukan.

    Dalam peristiwa ini, Suyudi memberikan jeda selama azan berlangsung. Setelah azan selesai, ia kembali berbicara dan meneruskan sambutan yang sebelumnya tertunda.

    Tidak ada perubahan besar dalam rangkaian acara yang dilaporkan. Sambutan hanya dihentikan sementara, kemudian dilanjutkan kembali setelah suara azan tidak lagi terdengar.

    Meski berlangsung singkat, momen tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana kegiatan formal dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas keagamaan. Penghentian sambutan untuk sementara menjadi bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah yang sedang berlangsung.

    Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa sikap saling menghormati dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Memberikan waktu ketika azan berkumandang menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap praktik keagamaan yang memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

    Di tengah padatnya agenda dan tanggung jawab pekerjaan, jeda singkat seperti ini memperlihatkan bahwa kegiatan resmi tidak selalu harus berlangsung tanpa henti. Ada kalanya sebuah acara dapat dihentikan sejenak untuk memberikan ruang bagi hal lain yang juga penting bagi masyarakat.

    Momen Kapolri menghentikan sambutannya tersebut menjadi bagian tersendiri dari konferensi pers narkoba. Perhatian tertuju bukan hanya pada agenda yang sedang dibahas, tetapi juga pada respons Suyudi ketika mendengar azan.

    Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya. Acara pun diteruskan sesuai rangkaian kegiatan yang berlangsung.

    Peristiwa sederhana ini menyampaikan pesan tentang pentingnya menghormati waktu ibadah di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan resmi pemerintahan. Tanpa perlu tindakan berlebihan, memberikan jeda hingga azanselesai menjadi bentuk penghormatan yang mudah dipahami.

    Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap dapat memperoleh ruang di tengah pelaksanaan tugas profesional. Sebuah jeda singkat di tengah konferensi pers narkoba yang menghadirkan pesan sederhana: menghormati ibadah dapat dimulai dengan memberikan waktu untuk mendengarkan azan hingga selesai.

     

     

    View on Threads

     

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

    Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menghentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang. Di tengah penyampaian sambutan, suara azan terdengar menandakan masuknya waktu salat.

    Suyudi lantas menghentikan pidatonya sejenak untuk mendengarkan azan. Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya.

     

    View on Threads

     

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

    Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menghentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang. Di tengah penyampaian sambutan, suara azan terdengar menandakan masuknya waktu salat.

    Suyudi lantas menghentikan pidatonya sejenak untuk mendengarkan azan. Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya.

     

    View on Threads

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto Dukung Pembelajaran AI dan Pendidikan Karakter Sejak Sekolah Dasar

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto Dukung Pembelajaran AI dan Pendidikan Karakter Sejak Sekolah Dasar

    antara

    Jakarta. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak para guru SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru untuk mengenalkan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada siswa sejak usia dini. Langkah ini dinilai penting untuk membekali anak dengan pengetahuan teknologi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

    Ajakan tersebut disampaikan Dadang dalam program Polisi Peduli Pendidikan di SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru, Senin (18/10/2026). Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan laboratorium AI sebagai sarana pengenalan teknologi, pengembangan pengetahuan, serta pelatihan keterampilan komunikasi siswa.

    “Siapa yang menguasai teknologi, akan menguasai dunia,” kata Dadang dalam program Polisi Peduli Pendidikan di SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru, Senin (18/10/2026).

    Menurutnya, rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis yang dimiliki anak perlu terus diasah melalui pembelajaran yang menarik. Pertanyaan sederhana, seperti mengapa mesin dapat berbicara, dapat menjadi awal bagi siswa untuk memahami teknologi sekaligus membangun pola pikir kritis.

    “Karena itu, guru didorong memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, bereksplorasi, dan memahami konsep-konsep dasar melalui pembelajaran yang sederhana, menarik, dan berulang,” ujarnya.

    Dadang juga mendorong para pendidik menerapkan metode pembelajaran yang terarah, mudah dipahami, dan tidak membebani siswa dengan materi yang terlalu padat. Menurutnya, proses belajar perlu disesuaikan dengan kemampuan anak agar pengetahuan dapat diserap secara optimal.

    Dalam pendidikan agama, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap makna ajaran, bukan sekadar menghafal materi. Salah satunya melalui pembelajaran Al-Qur’an dengan mengenalkan arti setiap kata serta hukum tajwid agar siswa mampu membaca sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

    “Salah satunya melalui pembelajaran Al-Quran dengan mengenalkan arti kata demi kata, dilengkapi pemahaman hukum tajwid, sehingga anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai yang diajarkan,” kata dia.

    Selain pengembangan pengetahuan dan karakter, Dadang mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak. Para siswa perlu dibiasakan menghormati teman, menjauhi perundungan, serta berani menyampaikan persoalan kepada guru atau orang tua apabila mengalami hal yang membuat mereka tidak nyaman.

    “Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan juga diharapkan membuat anak-anak semakin mengenal polisi sebagai sahabat yang dapat memberikan perlindungan dan pertolongan, termasuk melalui layanan Polisi 110 dalam keadaan darurat,” tutur Dadang.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, program Polisi Peduli Pendidikan menjadi salah satu upaya kepolisian untuk mendekatkan diri kepada anak-anak sekaligus mendukung peran guru dan orang tua dalam membentuk generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan peduli terhadap sesama.

    “Rasa aman bagi anak tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Orang tua, guru, lingkungan, dan kepolisian perlu saling berkomunikasi dan saling menjaga. Ketika anak merasa didengar dan berani bercerita, persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga bantuan bisa diberikan dengan tepat,” jelasnya.

    Melalui program tersebut, Polda Metro Jaya berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang mendukung perkembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan anak dalam menghadapi perkembangan teknologi secara bijak.

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Diiringi Pencegahan

    Kapolda Metro Jaya Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Diiringi Pencegahan

    Jakarta, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartantomenegaskan bahwa penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi masyarakat, penguatan ketahanan sosial, dan penataan lingkungan juga diperlukan untuk mencegah peredaran narkoba kembali terjadi.

    Pernyataan tersebut disampaikan Dadang saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026).

    Menurut Dadang, pemberantasan jaringan peredaran narkoba harus disertai langkah pencegahan yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pemberantasan narkoba memberikan hasil yang berkelanjutan.

    Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mengurangi risiko munculnya kembali aktivitas peredaran narkotika.

    Selain penegakan hukum, pencegahan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pendidikan mengenai bahaya narkoba, pendampingan terhadap generasi muda, serta kepedulian warga dinilai menjadi langkah penting untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika.

    Dadang menilai, partisipasi aktif masyarakat dapat membantu menjaga lingkungan agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat peredaran narkoba.

    Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap ancaman peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

    Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga memperhatikan faktor sosial dan kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung peredaran narkotika.

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Metro Jaya mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.

    Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Kerja Melayani Jakarta untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi masa depan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika.(Ril)

  • Kapolda Metro Jaya Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Diiringi Pencegahan

    Kapolda Metro Jaya Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Diiringi Pencegahan

    Jakarta, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartantomenegaskan bahwa penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi masyarakat, penguatan ketahanan sosial, dan penataan lingkungan juga diperlukan untuk mencegah peredaran narkoba kembali terjadi.

    Pernyataan tersebut disampaikan Dadang saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026).

    Menurut Dadang, pemberantasan jaringan peredaran narkoba harus disertai langkah pencegahan yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pemberantasan narkoba memberikan hasil yang berkelanjutan.

    Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mengurangi risiko munculnya kembali aktivitas peredaran narkotika.

    Selain penegakan hukum, pencegahan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pendidikan mengenai bahaya narkoba, pendampingan terhadap generasi muda, serta kepedulian warga dinilai menjadi langkah penting untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika.

    Dadang menilai, partisipasi aktif masyarakat dapat membantu menjaga lingkungan agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat peredaran narkoba.

    Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap ancaman peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

    Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga memperhatikan faktor sosial dan kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung peredaran narkotika.

    Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Metro Jaya mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.

    Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Kerja Melayani Jakarta untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi masa depan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika.(Ril)

  • Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Begini Pendapat Masyarakat Indonesia

    Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Begini Pendapat Masyarakat Indonesia

    polisi Indonesia

    Genap dua tahun perjalanan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Dalam kurun waktu ini, komitmen dan kerja keras pemerintah semakin nyata terasa melalui berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Salah satu tonggak keberhasilan terdepan adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang tidak hanya memastikan pemenuhan gizi generasi muda sebagai modal Indonesia Emas, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal dan memberdayakan UMKM di sekitarnya. Langkah inovatif ini menjadi bukti kepedulian mendalam pemerintah terhadap kualitas hidup rakyat kecil.

    Di tengah dinamisnya perekonomian global, pemerintah berani mengambil langkah-langkah transformatif untuk memperkuat daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan pemerataan hasil pembangunan di seluruh pelosok Nusantara. Tata kelola anggaran yang efisien dan perlindungan sosial yang makin tepat sasaran terus diperkuat sebagai wujud menghadirkan negara yang hadir di setiap lapisan kehidupan.

    Memasuki tahun ketiga, optimisme masyarakat kian tinggi. Evaluasi dan tantangan yang ada dipandang sebagai dorongan positif untuk terus berbenah, menjaga transparansi, serta memperkokoh keadilan hukum dan demokrasi. Kepemimpinan Presiden Prabowo membuktikan bahwa visi besar bangsa dapat diwujudkan melalui kerja nyata, ketegasan, dan keberpihakan tulus demi kemajuan seluruh rakyat Indonesia.