Pakar Hukum: Temuan Sebanyak 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur
Pengakuan jampidsus atas kepemilikan rumah pribadi di sentul yang baru saja dilakukan TKP oleh tim kortastipikor dan polda metro jaya dengan melakukan tindakan upaya paksa penggeledahan dan penyitaan berupa temuan yang menggegerkan publik 74 kg emas dan uang ratusan milyar merupakan fakta hukum adanya penyimpangan hukum abuse of power oleh aparat penegak hukum yang tidak memiliki alasan pembenaran apapun dan tidak terdapat landasan hukum apapun yang membenarkan seorang pejabat tinggi penegak hukum menyimpan dan menutupi adanya uang dan emas yang jumlahnya sangat fantastis yang tidak wajar. Tindakan tersebut merupakan kejahatan hukum yang wajib dimintai pertanggungjawabannya.
Kondisi yang memprihatinkan ini perlu mendesak jampidsus dengan gentleman mundur atau diberhentikan secara tidak hormat. Dan negara hukum tidak boleh pandang bulu dalam menegakan hukum meskipun pelakunya adalah aparat penegak hukum.
Pakar hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi desak jampidsus mundur atau diberhentikan secara tidak hormat.
Pengakuan jampidsus atas kepemilikan rumah pribadi di sentul yang baru saja dilakukan TKP oleh tim kortastipikor dan polda metro jaya dengan melakukan tindakan upaya paksa penggeledahan dan penyitaan berupa temuan yang menggegerkan publik 74 kg emas dan uang ratusan milyar merupakan fakta hukum adanya penyimpangan hukum abuse of power oleh aparat penegak hukum yang tidak memiliki alasan pembenaran apapun dan tidak terdapat landasan hukum apapun yang membenarkan seorang pejabat tinggi penegak hukum menyimpan dan menutupi adanya uang dan emas yang jumlahnya sangat fantastis yang tidak wajar. Tindakan tersebut merupakan kejahatan hukum yang wajib dimintai pertanggungjawabannya.
Kondisi yang memprihatinkan ini perlu mendesak jampidsus dengan gentleman mundur atau diberhentikan secara tidak hormat. Dan negara hukum tidak boleh pandang bulu dalam menegakan hukum meskipun pelakunya adalah aparat penegak hukum.
Beberapa Hal Yang Diketahui saat Polisi Geledah Kafe ‘de’Clan’ Cipete Terkait 3 Perkara
Jakarta – Sebuah kafe di Cipete, Jakarta Selatan, mendadak mencuri perhatian di siang bolong. Sejumlah personel Brimob berjaga di pintu masuk kafe dengan papan nama ‘de’Clan’ itu. Usut punya usut, de’Clan ternyata dalam penggeledahan oleh kepolisian.
Dua jam berselang, pejabat kepolisian kemudian mengungkapkan kasus di balik penggeledahan itu, yakni terkait kasus di PLN, Asabri dan Jiwasraya, dan Krakatau Steel (KS).
Polisi geledah kafe de’Clan di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026) siang. (Adhfar/detikcom)
Hingga Rabu (8/7/2026) malam, polisi berangsur menyita barang yang ganjil ada di dalam sebuah restoran dan kafe. Barang-barang itu dari brankas hingga gepokan uang tunai bermata uang dolar.
1. Dikawal Brimob
Polisi menjelaskan alasan mengerahkan personel Brimob untuk mengawal penggeledahan di kafe de’Clan Signature. Polda Metro menyebut pengawalan Brimob saat penggeledahan merupakan prosedur standar.
“Untuk penggunaan kekuatan personel, itu sebagai antisipasi dan itu merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di lokasi penggeledahan, Rabu (8/7/2026).
Budi mengimbau semua pihak untuk tidak menghalangi proses penyidikan. Dia menegaskan ada ancaman hukum bagi pihak yang menghalang-halangi proses penyidikan.
2. Pengusutan 3 Kasus
Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyebut pengusutan kasus-kasus itu ditangani bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia menyebutkan kasus-kasus itu ialah dugaan korupsi di PLN terkait pengadaan batu bara memicu blackout; kasus ASABRI; hingga kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
“Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, Asabri, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi.
3. Koper hingga Brankas Dibawa
Polisi melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang dalam penggeledahan kafe de’Clan Cipete. Sebanyak empat koper dibawa pihak kepolisian.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (8/7) pukul 20.35 WIB terlihat anggota Brimob telah bersiaga di lokasi. Tampak penyidik membawa empat koper.
Polda Metro Jaya menemukan sebuah brankas berukuran besar yang tertanam di dinding saat menggeledah Kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (Gilang Faturahman/detikFoto)
Koper berwarna merah berukuran kecil, koper biru berukuran sedang, dan koper hitam berukuran sedang. Kemudian koper hitam berukuran besar dengan bobot berat hingga dibawa oleh tiga orang penyidik.
Penyidik juga membawa mesin penghitung uang. Tampak brankas juga dibawa menggunakan rantis Brimob. Sebelumnya, penyidik juga membawa boks berisikan uang yang dibawa menggunakan mobil Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berwarna putih.
“Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis. Dan ini dalam mata uang Singapura dollar dan US dollar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di lokasi.
4. Temuan Uang Tunai Puluhan Miliar
Polisi menemukan sejumlah dokumen hingga handphone saat melakukan penggeledahan di de’Clan Signature. Selain itu, polisi menemukan uang tunai dalam bentuk rupiah hingga USD senilai Rp 60 miliar.
“Untuk penggeledahan di lokasi, jadi untuk penggeledahan di lokasi kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone,” ujar Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, di lokasi.
Polda Metro Jaya menemukan sebuah brankas berukuran besar yang tertanam di dinding saat menggeledah Kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (Gilang Faturahman/detikFoto)
Uang dalam brankas besar tersebut dalam bentuk pecahan mata uang asing dan rupiah. Total uang yang ditemukan dalam brankas besar itu berjumlah Rp 60 miliar.
“Kemudian untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian USD 889.965. Kemudian uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de’Clan,” ujarnya.
5. 3 Pegawai Diperiksa
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi di lokasi. Saksi tersebut berjumlah tiga orang yang merupakan pegawai kafe.
“Ada tiga. Pegawai yang ada di lokasi,” ujar Irjen Totok Suharyanto.
6. Kafe dan Money Changer Disegel
Selain kafe, polisi juga menggeledah sebuah money changer yang berada di sebelah de’Clan. Dua lokasi tersebut disegel polisi setelah digeledah.
“Tentang penyitaan ini terkait tentang dua ruangan. Untuk operasional tetap kami kembalikan kepada pihak manajemen untuk operasional di lantai 1. Tapi di lantai 2 itu berupa kantor, itu yang kami lakukan status quo dalam proses penyidikan dugaan korupsi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
7. Sita 74 Kg Emas
Polisi menemukan barang bukti 74 kilogram emas batangan dari penggeledahan rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, terkait tiga kasus korupsi. Selain itu, polisi juga menyita uang rupiah, dollar AS dan Singapura yang jika dalam rupiah ditaksir sekitar Rp 282,4 miliar.
Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto mengatakan, barang bukti tersebut ditemukan dalam brangkas terkunci dan tersimpan di dalam tujuh koper. Adapun uang asing yang ditemukan dalam pecahan dollar Amerika dan Singapura.
“Ditemukan brangkas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar,” kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7/2026) dini hari.
Polri Presisi Hadir untuk Gen Z, Polda Sumsel Gelar Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolda Cup 2026oleh H
Komitmen tersebut, diwujudkan melalui pembukaan Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolda Cup 2026 yang digelar di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Sabtu (4/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Pembukaan turnamen, dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Kegiatan ini, dihadiri unsur Pejabat Utama Polda Sumsel, panitia pelaksana, komunitas E-Sport, perwakilan Polres jajaran, organisasi E-Sport, influencer, serta ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026 diselenggarakan sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui kompetisi yang sehat, sportif, dan edukatif.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kompetisi ini juga diarahkan untuk membangun karakter disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, kemampuan berpikir strategis, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat di bawah tekanan.
Kegiatan ini, sejalan dengan transformasi Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis kepada generasi muda, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing di era ekonomi digital. Polda Sumsel memandang komunitas E-Sport sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem digital yang positif, produktif, dan bertanggung jawab.
Melalui turnamen ini, Polda Sumsel juga memperkuat komunikasi antara Polri dan komunitas digital sebagai bagian dari strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kehadiran Polri di tengah komunitas E-Sport diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara positif, mengurangi potensi penyimpangan di ruang digital, serta memperkuat ketahanan sosial di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polri harus mampu hadir dan memahami perkembangan dunia generasi muda.
“Polri tidak boleh jauh dari dunia Gen Z dan anak muda. Kita harus hadir, memahami ruang mereka, serta mengarahkan energi dan kreativitas mereka kepada kegiatan yang positif, produktif, dan membangun. Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter, sportivitas, serta kebersamaan,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.
Ia juga mengingatkan, bahwa nilai utama dalam sebuah kompetisi bukan hanya kemenangan.
“Piala mungkin menjadi simbol kemenangan, tetapi sikap, integritas, dan sportivitas adalah kehormatan yang akan terus dikenang. Jadilah juara yang mampu menginspirasi orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Turnamen E-Sport Kapolda Cup merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir mengikuti perkembangan zaman, membuka ruang kolaborasi dengan komunitas digital, serta mendukung lahirnya generasi muda yang kreatif, kompetitif, dan berkarakter. Pembinaan terhadap generasi muda merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan keamanan yang berkelanjutan serta mendukung Indonesia Emas 2045,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda Sumatera Selatan berkomitmen menjadikan Turnamen E-Sport Kapolda Cup sebagai agenda pembinaan yang berkelanjutan. Melalui sinergi bersama komunitas E-Sport, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat, Polri optimistis dapat melahirkan talenta-talenta digital berprestasi sekaligus memperkuat ketahanan sosial, literasi digital, dan stabilitas keamanan di Sumatera Selatan
Polri Presisi Hadir untuk Gen Z, Polda Sumsel Gelar Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolda Cup 2026oleh H
Komitmen tersebut, diwujudkan melalui pembukaan Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolda Cup 2026 yang digelar di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Sabtu (4/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Pembukaan turnamen, dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Kegiatan ini, dihadiri unsur Pejabat Utama Polda Sumsel, panitia pelaksana, komunitas E-Sport, perwakilan Polres jajaran, organisasi E-Sport, influencer, serta ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026 diselenggarakan sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui kompetisi yang sehat, sportif, dan edukatif.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kompetisi ini juga diarahkan untuk membangun karakter disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, kemampuan berpikir strategis, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat di bawah tekanan.
Kegiatan ini, sejalan dengan transformasi Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis kepada generasi muda, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing di era ekonomi digital. Polda Sumsel memandang komunitas E-Sport sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem digital yang positif, produktif, dan bertanggung jawab.
Melalui turnamen ini, Polda Sumsel juga memperkuat komunikasi antara Polri dan komunitas digital sebagai bagian dari strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kehadiran Polri di tengah komunitas E-Sport diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara positif, mengurangi potensi penyimpangan di ruang digital, serta memperkuat ketahanan sosial di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polri harus mampu hadir dan memahami perkembangan dunia generasi muda.
“Polri tidak boleh jauh dari dunia Gen Z dan anak muda. Kita harus hadir, memahami ruang mereka, serta mengarahkan energi dan kreativitas mereka kepada kegiatan yang positif, produktif, dan membangun. Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter, sportivitas, serta kebersamaan,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.
Ia juga mengingatkan, bahwa nilai utama dalam sebuah kompetisi bukan hanya kemenangan.
“Piala mungkin menjadi simbol kemenangan, tetapi sikap, integritas, dan sportivitas adalah kehormatan yang akan terus dikenang. Jadilah juara yang mampu menginspirasi orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Turnamen E-Sport Kapolda Cup merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir mengikuti perkembangan zaman, membuka ruang kolaborasi dengan komunitas digital, serta mendukung lahirnya generasi muda yang kreatif, kompetitif, dan berkarakter. Pembinaan terhadap generasi muda merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan keamanan yang berkelanjutan serta mendukung Indonesia Emas 2045,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda Sumatera Selatan berkomitmen menjadikan Turnamen E-Sport Kapolda Cup sebagai agenda pembinaan yang berkelanjutan. Melalui sinergi bersama komunitas E-Sport, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat, Polri optimistis dapat melahirkan talenta-talenta digital berprestasi sekaligus memperkuat ketahanan sosial, literasi digital, dan stabilitas keamanan di Sumatera Selatan
Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan 397 Pucuk Senpi Ilegal Hasil Barang Bukti
Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar pemusnahan ratusan barang bukti senjata api (senpi) rakitan ilegal, Jumat (3/7/2026). (Dok. Istimewa)
Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar pemusnahan ratusan barang bukti senjata api (senpi) rakitan ilegal. Negara hadir sebagai langkah tegas untuk memastikan perlindungan masyarakat sehari-hari.
Pemusnahan barang bukti hasil Operasi Senpi Musi Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho, Jumat (3/7/2026), di Lapangan Tembak Brimob Polda Sumsel. Operasi ini telah sukses dilaksanakan selama 16 hari, terhitung sejak 12 hingga 27 Juni 2026.
Sandi menegaskan bahwa pemberantasan peredaran senpi ilegal adalah bukti nyata keterlibatan negara dalam melindungi warganya. “Hasil operasi ini jumlahnya cukup signifikan, baik itu laras panjang maupun laras pendek. Ini menandakan bahwa negara hadir untuk mengamankan masyarakat dalam hal kegiatan yang berhubungan dengan senjata api,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut, Sandi menyampaikan bahwa operasi ini bermuara pada satu tujuan luhur, yakni menjamin kebebasan dan rasa aman masyarakat dari ancaman bersenjata.
“Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban ini merupakan representasi dari negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya agar masyarakat bisa beraktivitas, bekerja, beribadah, dan bersekolah dengan aman tanpa rasa takut karena banyaknya senpi yang beredar,” tegasnya.
Berdasarkan data operasional, Operasi Senpi Musi 2026 berhasil mengungkap 32 kasus tindak pidana penyalahgunaan senjata api dengan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 31 orang. Total senjata api yang dimusnahkan mencapai 397 pucuk, yang terdiri dari 284 pucuk senpi laras panjang dan 113 pucuk senpi laras pendek.
Keberhasilan ini, menurut Sandi, bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas dari sebuah super team. Sandi secara khusus mengapresiasi kolaborasi apik dari Wakapolda, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU) seperti Dirkrimum dan Karo Ops, serta seluruh Kapolres jajaran.
Polda Sumsel menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar pemusnahan ratusan barang bukti senjata api rakitan ilegal, Jumat (3/7/2026). (Dok. Istimewa)
Di sisi lain, keberhasilan kepolisian ini tak lepas dari tingginya kesadaran dan partisipasi aktif warga. Hal ini dibuktikan dengan adanya serahan senpi secara sukarela oleh masyarakat sebanyak 234 pucuk.
Senada dengan pernyataan Kapolda, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa pemusnahan ini sekaligus menjadi peringatan tegas bagi para pelaku kejahatan di wilayah Sumatera Selatan.
“Polda Sumsel tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran senjata api ilegal yang kerap menjadi sumber keresahan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi warga yang telah proaktif dan berani menyerahkan senpi rakitannya secara sukarela. Bagi masyarakat yang saat ini masih menyimpan atau mengetahui adanya senpi ilegal, kami imbau untuk segera menyerahkannya kepada aparat terdekat sebelum dilakukan tindakan hukum yang tegas,” jelas Nandang.
Sebagai langkah mitigasi ke depan, kepolisian terus membuka kanal pengaduan agar masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan adanya indikasi pembuatan atau peredaran senpi rakitan di lingkungannya. Warga diimbau untuk langsung menghubungi layanan Call Center 110 yang telah terintegrasi secara online dan siap merespons laporan dengan cepat.
Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolda Sumsel Tegaskan Komitmen Kawal Program Nasional
Jakarta – Polda Sumatera Selatan menggelar upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Palembang. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan komitmennya mendukung program strategis nasional.
Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dipimpin Gubernur Sumatera Selatan selaku Inspektur Upacara didampingi oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur TNI, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Sumatera Selatan.
Mengusung tema ’80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat’, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum mempertegas transformasi Polri sebagai institusi yang semakin profesional, modern, humanis, dan adaptif dalam menjawab tantangan keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional.
Dalam amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan Gubernur Sumatera Selatan, ditekankan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik global, perkembangan kejahatan transnasional, serta berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks. Polri juga diharapkan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional.
Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Palembang. (Foto: Dok. Istimewa)
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Polda Sumatera Selatan terus mengoptimalkan dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penguatan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian dan jagung, pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta penguatan pelayanan publik berbasis transformasi digital sesuai konsep Polri Presisi.
Rangkaian upacara juga diisi dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya serta penyematan Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, 16 Tahun, dan 8 Tahun kepada personel Polri yang dinilai memiliki dedikasi, loyalitas, serta pengabdian tanpa cela kepada institusi dan negara.
Selain itu, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Sumatera Selatan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan iklim investasi, perlindungan sektor industri, kelancaran pembangunan infrastruktur, serta terciptanya kepastian hukum yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho, menegaskan seluruh jajaran Polda Sumsel siap mengawal setiap kebijakan strategis pemerintah demi terwujudnya keamanan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami memastikan seluruh personel Polda Sumsel siap mengawal program strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah. Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas, memberikan rasa aman, serta mendukung kemajuan bangsa,” kata Irjen Sandi Nugroho, dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penguat komitmen seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Palembang. (Foto: Dok. Istimewa)
“Kami berkomitmen menghadirkan Polri yang semakin Presisi, profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, Polda Sumsel akan terus mendukung program pemerintah, menjaga stabilitas keamanan, serta membangun kepercayaan publik sebagai modal utama mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar Kombes Nandang Mu’min Wijaya.
Diketahui, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara, sejalan dengan semangat ‘Polri untuk Masyarakat’ dalam mendukung terwujudnya Indonesia Maju.
80 TAHUN BUKAN SEKADAR ANGKA, INI ADALAH BUKTI DEDIKASI TANPA HENTI UNTUK SELALU HADIR DI TENGAH MASYARAKAT
Dari hiruk-pikuk perkotaan hingga pelosok desa di Sumatera Selatan, komitmen kami tetap sama, menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan terbaik.
Kami menyadari bahwa perjalanan ini belum sempurna, oleh karena itu kami akan terus berbenah untuk menjadi lebih baik lagi demi masyarakat.
Atas nama keluarga besar Kepolisian Daerah Sumatera Selatan beserta Bhayangkari, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80.
Terima kasih yang mendalam atas segala dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat Sumatera Selatan kepada Polri.
Dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”, mari bersama-sama kita wujudkan Sumatera Selatan yang aman, damai, dan sejahtera!
Taruna TK II Batalyon Bhayangkara Dharma Renovasi Pos Kamling, Wujud Nyata Pengabdian untuk Masyarakat dan Kamtibmas
Taruna TK II Batalyon Bhayangkara Dharma kembali menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial dengan merenovasi pos keamanan lingkungan (pos kamling). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian para taruna terhadap lingkungan sekaligus upaya memperkuat sinergi bersama masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Renovasi pos kamling dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh taruna yang bekerja sama membersihkan area, memperbaiki bangunan, mengecat ulang, hingga menata fasilitas agar pos kamling kembali nyaman digunakan oleh warga. Semangat kebersamaan terlihat selama proses renovasi berlangsung, mencerminkan nilai-nilai pengabdian yang selalu ditanamkan kepada setiap taruna.
Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mempererat hubungan antara Taruna TK II Batalyon Bhayangkara Dharma dengan masyarakat. Kehadiran para taruna disambut antusias oleh warga yang turut memberikan dukungan selama proses renovasi berlangsung.
Pos kamling memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ronda malam dan komunikasi antarwarga dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan kondisi bangunan yang lebih baik, diharapkan masyarakat semakin bersemangat mengaktifkan kembali kegiatan siskamling sebagai bentuk partisipasi menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Taruna TK II Batalyon Bhayangkara Dharma meyakini bahwa terciptanya lingkungan yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
Melalui renovasi pos kamling ini, para taruna juga ingin menanamkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta pentingnya menjaga fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata pendidikan karakter yang mengedepankan sikap disiplin, tanggung jawab, dan jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.
Mengusung semangat “Berkarya, Mengabdi, dan Bermanfaat untuk Masyarakat,” Taruna TK II Batalyon Bhayangkara Dharma berharap keberadaan pos kamling yang telah direnovasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga sebagai sarana menjaga keamanan lingkungan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kegiatan bakti sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian pengabdian Taruna Polri dalam mendukung semangat Hari Bhayangkara ke-80. Melalui aksi nyata di tengah masyarakat, para taruna berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri yang Presisi.
Ke depan, Taruna TK II Batalyon Bhayangkara Dharma berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan tercipta hubungan yang semakin harmonis antara Polri dan masyarakat dalam menjaga persatuan, keamanan, serta ketertiban di lingkungan.
Renovasi pos kamling ini menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui tugas kepolisian semata, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat nyata. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan semangat melayani, Taruna TK II Batalyon Bhayangkara Dharma terus berupaya menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Kepercayaan Publik ke Polri 82,4%,GIC Apresiasi Reformasi Internal
*JAKARTA, 27 JUNI 2026* – Korps Bhayangkara berhasil menorehkan capaian gemilang dalam hal tingkat kepercayaan masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Litbang Kompas, tingkat kepercayaan publik terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini melesat hingga mencapai angka 82,4 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 6,2 persen jika dibandingkan dengan survei pada periode tahun 2025 lalu yang berada di angka 76,2 persen.
Survei berkala yang diselenggarakan Litbang Kompas ini dilakukan sejak 1 April hingga 20 Juni 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 wilayah provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sampel acak berkala dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen serta memiliki *margin of error* yang sangat ketat di kisaran 2,8 persen.
Selain melesatnya angka kepercayaan, hasil survei juga mencatat indikator kinerja Polri lainnya yang bergerak ke arah positif. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian mengalami kenaikan dari 65,1 persen pada tahun lalu menjadi 67,6 persen. Sementara itu, indikator citra positif institusi Polri di mata publik turut melonjak tajam, dari sebelumnya 64,4 persen kini menembus angka 71,5 persen.
Capaian positif tersebut mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari pihak Istana Kepresidenan. Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi A., mengungkapkan rasa bangganya atas kinerja transformatif dan konsistensi perbaikan yang terus ditunjukkan oleh seluruh jajaran kepolisian.
> “Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap POLRI. Dari tiga aspek yang dinilai, semuanya menunjukkan trend perbaikan penilaian yang layak diberi apresiasi. Modal kepercayaan publik terlihat sudah sangat baik. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Hasan Nasbi A. dalam keterangannya, Sabtu (27/06/2026).
Lebih lanjut, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi mengingatkan bahwa hasil survei yang tinggi ini merupakan sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan komitmen penuh di lapangan. Ia berharap tren positif ini tidak membuat jajaran kepolisian berpuas diri, melainkan menjadi pemacu semangat untuk terus memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat luas.
> “Saya berharap seluruh jajaran POLRI punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” pungkas Hasan Nasbi.
Peningkatan kumulatif pada aspek citra positif, kepuasan, dan kepercayaan publik ini menjadi bukti nyata keberhasilan berbagai program reformasi birokrasi, penegakan hukum yang transparan, serta optimalisasi pelayanan publik responsif yang selama ini digenjot oleh Mabes Polri hingga ke tingkat Polsek jajaran. Ke depan, polri berkomitmen untuk terus mempertahankan performa ini demi mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif secara nasional.