Category: Detik Polisi

  • Kapolri Jenderal Suyudi Berhasil Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba: 5,8 Juta Jiwa Selamat, Cegah Kerugian Rp 116 T

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertolak ke Aceh setelah memimpin rilis pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Di Aceh, Suyudi langsung mengecek laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang baru saja dibongkar aparat gabungan.
    Laboratorium tersembunyi yang berlokasi di Pidie, Aceh, tersebut sebelumnya digerebek oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dari operasi penindakan di dua toko yang disulap menjadi pabrik sabu tersebut, petugas berhasil mengamankan sekira 1 ton sabu cair methamphetamine.

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

    Sebagai informasi, sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan.

    Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.

    “Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Jenderal Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

    Suyudi merinci peran kedelapan awak kapal tersebut, antara lain nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, Chief Officer berinisial RS, JA selaku Kepala Kamar Mesin (Chief Engineer), dan IAE selaku Masinis 2 (Second Engineer).

    Selanjutnya, tersangka berinisial JMR berperan sebagai Oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan serta pembersihan mesin. Sementara RF, DPB, dan YCY (WNA) bertindak sebagai juru mudi (Able Seaman).

    Suyudi membeberkan upaya menggagalkan penyelundupan bermula dari deteksi intelijen terkait anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman.

    Merespons anomali itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri pada Senin (19/10) bersiap di Kuala Tanjung mengerahkan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 serta KP Murai 4018 untuk melakukan intersepsi.

    Kapal tersebut akhirnya berhasil dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, lalu dikawal menuju dermaga Pelabuhan Belawan. Saat digeledah, petugas mendapati muatan 58 karung berisi ketamin HCl seberat 1,16 ton, 1 unit kapal MT Global 168, serta 14 ponsel milik para tersangka.

    Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.

    “Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” pungkas Suyudi.

  • Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

    Kapolri Bongkar Kasus 1 Ton Narkoba: 5,8 Juta Jiwa Selamat, Cegah Kerugian Rp 116 T

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertolak ke Aceh setelah memimpin rilis pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Di Aceh, Suyudi langsung mengecek laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang baru saja dibongkar aparat gabungan.
    Laboratorium tersembunyi yang berlokasi di Pidie, Aceh, tersebut sebelumnya digerebek oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dari operasi penindakan di dua toko yang disulap menjadi pabrik sabu tersebut, petugas berhasil mengamankan sekira 1 ton sabu cair methamphetamine.

    Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh (dok Istimewa)

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

    Sebagai informasi, sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan.

    Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.

    “Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Jenderal Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

    Suyudi merinci peran kedelapan awak kapal tersebut, antara lain nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, Chief Officer berinisial RS, JA selaku Kepala Kamar Mesin (Chief Engineer), dan IAE selaku Masinis 2 (Second Engineer).

    Selanjutnya, tersangka berinisial JMR berperan sebagai Oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan serta pembersihan mesin. Sementara RF, DPB, dan YCY (WNA) bertindak sebagai juru mudi (Able Seaman).

    Suyudi membeberkan upaya menggagalkan penyelundupan bermula dari deteksi intelijen terkait anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman.

    Merespons anomali itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri pada Senin (19/10) bersiap di Kuala Tanjung mengerahkan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 serta KP Murai 4018 untuk melakukan intersepsi.

    Kapal tersebut akhirnya berhasil dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, lalu dikawal menuju dermaga Pelabuhan Belawan. Saat digeledah, petugas mendapati muatan 58 karung berisi ketamin HCl seberat 1,16 ton, 1 unit kapal MT Global 168, serta 14 ponsel milik para tersangka.

    Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.

    “Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” pungkas Suyudi.

  • Kapolri Mendadak Diam Saat Paparan, Suara Azan Hentikan Sambutan Press Release Narkoba

    Kapolri Mendadak Diam, Suara Azan Hentikan Sambutan Narkoba

    Sumber: Dokumentasi Istimewa 

    Momen tak terduga terjadi saat Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan sambutan dalam konferensi pers terkait kasus narkoba. Di tengah pidatonya, suara azan tiba-tiba terdengar berkumandang. Suyudi pun menghentikan sambutannya sejenak dan memberikan waktu hingga azan selesai sebelum kembali melanjutkan pidatonya.

    Peristiwa tersebut menghadirkan suasana berbeda di tengah agenda resmi kepolisian. Saat sambutan berlangsung, suara azan yang menandakan masuknya waktu salat terdengar di lokasi acara. Suyudi kemudian menghentikan penyampaiannya untuk sementara.

    Alih-alih langsung melanjutkan pidato, Kapolri memilih menunggu hingga azan selesai berkumandang. Setelah suara azan berakhir, ia kembali meneruskan sambutannya dan melanjutkan agenda konferensi pers.

    Momen singkat tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah kegiatan resmi yang membahas persoalan pemberantasan narkoba. Jeda yang dilakukan Suyudi memperlihatkan penghormatan terhadap suara azan sebagai panggilan ibadah bagi umat Islam.

    Dalam suasana konferensi pers yang umumnya berlangsung formal, penghentian sambutan tersebut menjadi bagian yang menarik perhatian. Agenda yang semula berfokus pada penyampaian informasi mengenai persoalan narkotika sejenak terhenti ketika azan terdengar.

    Azan sendiri merupakan panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan salat. Ketika suara tersebut berkumandang, sebagian masyarakat menjadikannya penanda untuk bersiap menjalankan ibadah sesuai waktu yang telah ditentukan.

    Dalam peristiwa ini, Suyudi memberikan jeda selama azan berlangsung. Setelah azan selesai, ia kembali berbicara dan meneruskan sambutan yang sebelumnya tertunda.

    Tidak ada perubahan besar dalam rangkaian acara yang dilaporkan. Sambutan hanya dihentikan sementara, kemudian dilanjutkan kembali setelah suara azan tidak lagi terdengar.

    Meski berlangsung singkat, momen tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana kegiatan formal dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas keagamaan. Penghentian sambutan untuk sementara menjadi bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah yang sedang berlangsung.

    Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa sikap saling menghormati dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Memberikan waktu ketika azan berkumandang menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap praktik keagamaan yang memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

    Di tengah padatnya agenda dan tanggung jawab pekerjaan, jeda singkat seperti ini memperlihatkan bahwa kegiatan resmi tidak selalu harus berlangsung tanpa henti. Ada kalanya sebuah acara dapat dihentikan sejenak untuk memberikan ruang bagi hal lain yang juga penting bagi masyarakat.

    Momen Kapolri menghentikan sambutannya tersebut menjadi bagian tersendiri dari konferensi pers narkoba. Perhatian tertuju bukan hanya pada agenda yang sedang dibahas, tetapi juga pada respons Suyudi ketika mendengar azan.

    Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya. Acara pun diteruskan sesuai rangkaian kegiatan yang berlangsung.

    Peristiwa sederhana ini menyampaikan pesan tentang pentingnya menghormati waktu ibadah di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan resmi pemerintahan. Tanpa perlu tindakan berlebihan, memberikan jeda hingga azanselesai menjadi bentuk penghormatan yang mudah dipahami.

    Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap dapat memperoleh ruang di tengah pelaksanaan tugas profesional. Sebuah jeda singkat di tengah konferensi pers narkoba yang menghadirkan pesan sederhana: menghormati ibadah dapat dimulai dengan memberikan waktu untuk mendengarkan azan hingga selesai.

     

     

    View on Threads

     

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto hentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang

    Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menghentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang. Di tengah penyampaian sambutan, suara azan terdengar menandakan masuknya waktu salat.

    Suyudi lantas menghentikan pidatonya sejenak untuk mendengarkan azan. Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya.

     

    View on Threads

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • Kapolri Mendadak Diam, Suara Azan Hentikan Sambutan Narkoba

    Kapolri Mendadak Diam, Suara Azan Hentikan Sambutan Narkoba

    Sumber: Dokumentasi Istimewa 

    Momen tak terduga terjadi saat Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan sambutan dalam konferensi pers terkait kasus narkoba. Di tengah pidatonya, suara azan tiba-tiba terdengar berkumandang. Suyudi pun menghentikan sambutannya sejenak dan memberikan waktu hingga azan selesai sebelum kembali melanjutkan pidatonya.

    Peristiwa tersebut menghadirkan suasana berbeda di tengah agenda resmi kepolisian. Saat sambutan berlangsung, suara azan yang menandakan masuknya waktu salat terdengar di lokasi acara. Suyudi kemudian menghentikan penyampaiannya untuk sementara.

    Alih-alih langsung melanjutkan pidato, Kapolri memilih menunggu hingga azan selesai berkumandang. Setelah suara azan berakhir, ia kembali meneruskan sambutannya dan melanjutkan agenda konferensi pers.

    Momen singkat tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah kegiatan resmi yang membahas persoalan pemberantasan narkoba. Jeda yang dilakukan Suyudi memperlihatkan penghormatan terhadap suara azan sebagai panggilan ibadah bagi umat Islam.

    Dalam suasana konferensi pers yang umumnya berlangsung formal, penghentian sambutan tersebut menjadi bagian yang menarik perhatian. Agenda yang semula berfokus pada penyampaian informasi mengenai persoalan narkotika sejenak terhenti ketika azan terdengar.

    Azan sendiri merupakan panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan salat. Ketika suara tersebut berkumandang, sebagian masyarakat menjadikannya penanda untuk bersiap menjalankan ibadah sesuai waktu yang telah ditentukan.

    Dalam peristiwa ini, Suyudi memberikan jeda selama azan berlangsung. Setelah azan selesai, ia kembali berbicara dan meneruskan sambutan yang sebelumnya tertunda.

    Tidak ada perubahan besar dalam rangkaian acara yang dilaporkan. Sambutan hanya dihentikan sementara, kemudian dilanjutkan kembali setelah suara azan tidak lagi terdengar.

    Meski berlangsung singkat, momen tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana kegiatan formal dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas keagamaan. Penghentian sambutan untuk sementara menjadi bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah yang sedang berlangsung.

    Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa sikap saling menghormati dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Memberikan waktu ketika azan berkumandang menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap praktik keagamaan yang memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

    Di tengah padatnya agenda dan tanggung jawab pekerjaan, jeda singkat seperti ini memperlihatkan bahwa kegiatan resmi tidak selalu harus berlangsung tanpa henti. Ada kalanya sebuah acara dapat dihentikan sejenak untuk memberikan ruang bagi hal lain yang juga penting bagi masyarakat.

    Momen Kapolri menghentikan sambutannya tersebut menjadi bagian tersendiri dari konferensi pers narkoba. Perhatian tertuju bukan hanya pada agenda yang sedang dibahas, tetapi juga pada respons Suyudi ketika mendengar azan.

    Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya. Acara pun diteruskan sesuai rangkaian kegiatan yang berlangsung.

    Peristiwa sederhana ini menyampaikan pesan tentang pentingnya menghormati waktu ibadah di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan resmi pemerintahan. Tanpa perlu tindakan berlebihan, memberikan jeda hingga azanselesai menjadi bentuk penghormatan yang mudah dipahami.

    Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap dapat memperoleh ruang di tengah pelaksanaan tugas profesional. Sebuah jeda singkat di tengah konferensi pers narkoba yang menghadirkan pesan sederhana: menghormati ibadah dapat dimulai dengan memberikan waktu untuk mendengarkan azan hingga selesai.

     

     

    View on Threads

     

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

    Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menghentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang. Di tengah penyampaian sambutan, suara azan terdengar menandakan masuknya waktu salat.

    Suyudi lantas menghentikan pidatonya sejenak untuk mendengarkan azan. Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya.

     

    View on Threads

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

    Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menghentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang. Di tengah penyampaian sambutan, suara azan terdengar menandakan masuknya waktu salat.

    Suyudi lantas menghentikan pidatonya sejenak untuk mendengarkan azan. Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya.

     

    View on Threads

     

    KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

  • Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat
    Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana

     

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Keamanan dan ketertiban di jalanan Ibu Kota tidak bisa diwujudkan hanya dari balik meja kerja. Menyadari peran penting elemen masyarakat dalam menjaga ekosistem jalan raya, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto terjun langsung ke lapangan untuk berdialog dan menyerap aspirasi komunitas ojek online (ojol).

    Mengusung semangat “Ngobrol langsung, dengar langsung, cari solusi bersama”, pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi para pengemudi ojol untuk menyampaikan berbagai persoalan yang kerap mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari tantangan lalu lintas, keamanan di jalan, hingga dinamika sosial yang kerap bersinggungan langsung dengan tugas kepolisian. Lewat diskusi yang hangat, Kapolda Metro Jaya tidak hanya hadir sebagai figur penegak hukum, tetapi juga sebagai pendengar yang mencari jalan keluar secara kolaboratif.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan bahwa menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi dua arah yang baik dengan masyarakat adalah kunci utama institusi Polri saat ini. Menurutnya, pelayanan kepolisian harus bertransformasi menjadi lebih humanis—hadir semakin dekat, merespons keluhan dengan cepat, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

    Para pengemudi ojol adalah urat nadi pergerakan ekonomi dan mobilitas warga Jakarta. Oleh karena itu, sinergi antara polisi dan ojol menjadi sangat krusial. Jika ojol terus bergerak tanpa henti untuk memudahkan urusan masyarakat, maka sudah sepantasnya polisi hadir untuk mengayomi dan melayani mereka di lapangan.

    Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata dari komitmen #KerjaMelayaniJakarta. Dengan kolaborasi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, Jakarta diharapkan menjadi kota yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga nyaman bagi siapa saja yang mengais rezeki di jalanan. Polisi bersama masyarakat, mewujudkan pelayanan tanpa sekat.

  • Kapolda Metro Jaya  Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat
    Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana

     

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Keamanan dan ketertiban di jalanan Ibu Kota tidak bisa diwujudkan hanya dari balik meja kerja. Menyadari peran penting elemen masyarakat dalam menjaga ekosistem jalan raya, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto terjun langsung ke lapangan untuk berdialog dan menyerap aspirasi komunitas ojek online (ojol).

    Mengusung semangat “Ngobrol langsung, dengar langsung, cari solusi bersama”, pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi para pengemudi ojol untuk menyampaikan berbagai persoalan yang kerap mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari tantangan lalu lintas, keamanan di jalan, hingga dinamika sosial yang kerap bersinggungan langsung dengan tugas kepolisian. Lewat diskusi yang hangat, Kapolda Metro Jaya tidak hanya hadir sebagai figur penegak hukum, tetapi juga sebagai pendengar yang mencari jalan keluar secara kolaboratif.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan bahwa menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi dua arah yang baik dengan masyarakat adalah kunci utama institusi Polri saat ini. Menurutnya, pelayanan kepolisian harus bertransformasi menjadi lebih humanis—hadir semakin dekat, merespons keluhan dengan cepat, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

    Para pengemudi ojol adalah urat nadi pergerakan ekonomi dan mobilitas warga Jakarta. Oleh karena itu, sinergi antara polisi dan ojol menjadi sangat krusial. Jika ojol terus bergerak tanpa henti untuk memudahkan urusan masyarakat, maka sudah sepantasnya polisi hadir untuk mengayomi dan melayani mereka di lapangan.

    Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata dari komitmen #KerjaMelayaniJakarta. Dengan kolaborasi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, Jakarta diharapkan menjadi kota yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga nyaman bagi siapa saja yang mengais rezeki di jalanan. Polisi bersama masyarakat, mewujudkan pelayanan tanpa sekat.

  • Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat
    Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana

     

    Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Rangkul Komunitas Ojol, Wujudkan Pelayanan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat

    Keamanan dan ketertiban di jalanan Ibu Kota tidak bisa diwujudkan hanya dari balik meja kerja. Menyadari peran penting elemen masyarakat dalam menjaga ekosistem jalan raya, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto terjun langsung ke lapangan untuk berdialog dan menyerap aspirasi komunitas ojek online (ojol).

    Mengusung semangat “Ngobrol langsung, dengar langsung, cari solusi bersama”, pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi para pengemudi ojol untuk menyampaikan berbagai persoalan yang kerap mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari tantangan lalu lintas, keamanan di jalan, hingga dinamika sosial yang kerap bersinggungan langsung dengan tugas kepolisian. Lewat diskusi yang hangat, Kapolda Metro Jaya tidak hanya hadir sebagai figur penegak hukum, tetapi juga sebagai pendengar yang mencari jalan keluar secara kolaboratif.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan bahwa menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi dua arah yang baik dengan masyarakat adalah kunci utama institusi Polri saat ini. Menurutnya, pelayanan kepolisian harus bertransformasi menjadi lebih humanis—hadir semakin dekat, merespons keluhan dengan cepat, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

    Para pengemudi ojol adalah urat nadi pergerakan ekonomi dan mobilitas warga Jakarta. Oleh karena itu, sinergi antara polisi dan ojol menjadi sangat krusial. Jika ojol terus bergerak tanpa henti untuk memudahkan urusan masyarakat, maka sudah sepantasnya polisi hadir untuk mengayomi dan melayani mereka di lapangan.

    Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata dari komitmen #KerjaMelayaniJakarta. Dengan kolaborasi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, Jakarta diharapkan menjadi kota yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga nyaman bagi siapa saja yang mengais rezeki di jalanan. Polisi bersama masyarakat, mewujudkan pelayanan tanpa sekat.