Author: Admin

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    JAKARTA, KOMPAS.com- Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras. Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    JAKARTA, KOMPAS.com- Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras. Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

  • apolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    JAKARTA, KOMPAS.com- Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras. Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

  • Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    JAKARTA, KOMPAS.com- Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras. Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

  • Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    JAKARTA, KOMPAS.com- Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras. Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

    Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/10/28/22490221/kapolda-metro-temui-massa-di-bundaran-hi-saat-hujan-deras-mahasiswa-kami.

    Membership: https://kmp.im/plus6
    Download aplikasi: https://kmp.im/app6

  • Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    Kapolda Metro Temui Massa di Bundaran HI Saat Hujan Deras

    JAKARTA, KOMPAS.com- Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali mendatangi massa aksi saat hujan deras mengguyur Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) malam. Mulanya Dadang berjalan di seberang titik aksi. Hujan belum cukup deras. Kemudian Dadang berbelok, melewati pembatas jalan pada celah yang ada. Saat itu massa aksi sudah banyak yang membubarkan diri. Baca juga: Kapolda Metro Temui Massa Demo di Bundaran HI, Tampung Curhatan Ibu-ibu Begitu rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, sejumlah massa aksi maju membawa water barrier hingga kayu panjang. Hujan seolah tak mengganggu upaya mereka menembus barikade polisi. Pukul 19.06 WIB, beberapa massa aksi masih berusaha maju mendekati barikade polisi. Gagal Menuju Istana, Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tuntutan di Medan Merdeka Selatan Artikel Kompas.id “Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang lewat pengeras suara.

    Beberapa orang mendekat ke Dadang yang dibarikade dengan sejumlah perisai. Mereka bilang ingin berbicara langsung dengan Dadang. “Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah satu massa aksi kepada Dadang. Massa aksi lainnya, yang masih menggunakan jas almamater bilang bahwa dia butuh bantuan Dadang untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah. “Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa.

    Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur dia. Baca juga: Massa Aksi dan Polisi Bubar, Jalanan Sekitar Bundaran HI Dibuka Kembali Menanggapi permintaan itu, Dadang bilang bahwa mereka bisa menyampaikan pesan itu di lokasi tanpa perlu harus sampai ke Bundaran HI. “Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang. Massa aksi sempat bertahan beberapa waktu kemudian di depan Menara UoB sampai akhirnya polisi mengerahkan mobil pengurai massa (Raisa) untuk membubarkan massa aksi.

  • Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Bersama Mahasiswa Bersatu Gelar Deklarasi di HI

    Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Bersama Mahasiswa Bersatu Gelar Deklarasi di HI

    Antara

    Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuanganpada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

    Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

    “Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

    Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

    “Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

    Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

    (Ad/hn/rs)

  • Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI

    Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI

    Antara

    Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

    Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

    “Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

    Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

    “Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

    Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

    (Ad/hn/rs)

  • Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI

    Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI

    Antara

    Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

    Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

    “Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

    Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

    “Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

    Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

    (Ad/hn/rs)

  • Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI

    Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI

    Antara

    Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

    Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

    Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

    “Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

    Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

    “Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

    Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

    (Ad/hn/rs)